Di SMP Negeri 1 Sukosewu, masalah siswa sering terlambat tidak diselesaikan hanya dengan hukuman fisik atau sanksi keras. Melalui Program Bimbingan dan Konseling (BK), keterlambatan justru dilihat sebagai peluang untuk membina disiplin diri dan memberikan motivasi yang menyentuh akar permasalahan.
Pendekatan Konseling Humanis
Ketika seorang siswa tercatat sering datang terlambat, Guru BK mengambil peran sebagai sahabat dan fasilitator, bukan sekadar penegak aturan. Pendekatan yang digunakan adalah konseling individual dengan fokus humanis:
Mendengarkan Penuh Empati: Guru BK akan memanggil siswa untuk sesi konseling tertutup. Tahap pertama adalah mendengarkan tanpa menghakimi, menggali alasan mendalam di balik keterlambatan (misalnya, masalah tidur, jarak rumah, atau lingkungan keluarga).
Mengidentifikasi Akar Masalah: BK membantu siswa menemukan penyebab utama. Sering kali, keterlambatan bukan masalah bangun tidur, tetapi kurangnya motivasi dan manajemen waktu yang buruk.
Membuat Komitmen Bersama: Solusi tidak datang dari Guru BK, melainkan dirumuskan bersama siswa. Siswa didorong untuk menetapkan target ketepatan waktu dan menyusun rencana aksi yang realistis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar